Rabu, 24 Juni 2020

Terpesan

Hari ini berat banget  ya kawan.

Apa yang di rencanakan semua gagal, udah berusaha untuk nggak berekspetasi tinggi tapi masih aja kecewa. Ya, beginilah kehidupan terlalu lucu untuk di anggap serius. Kecewa bisa datang kapan aja dan dimana aja , gak kenal waktu dan tempat , gak melihat kondisi dan situasi. Tiba-tiba datang aja gitu tanpa permisi , awalnya ketawa sampai nangis beberapa saat kemudian dibuat nangis sampai gak bisa ketawa.

Mau marah ya percuma udah terjadi, mau diem tapi ya sakit hati juga, mau ngomong gak ada yang dengerin arghh serba salah. Gak ada yang bisa mengerti kecuali diri sendiri.  Kadang butuh sandaran sebentar tapi gak ada yang peka bahkan bisanya cuma nyalahin dan anggap bahwa kita lemah.

Udah kecewa terus di remehin pula, lengkap sudah keremukan hati ini. Cuma bisa diem, kalau lagi di tempat rame ya cuma bisa pasang muka tebel biar kelihatan gak ada apa-apa , ketawa ketiwi seakan hidup kita itu gak ada masalahnya ,astaga munafik sekali kita. Udah nipu orang lain kadang juga masih suka nipu diri sendiri. Gak sehat di mental fiks!

Kadang untuk mengekspresikan diri bahwa kita marah,kecewa, sakit hati itu susah banget, memanipulasi diri bahwa kita nggak papa, menyakini kata orang lain bahwa kita harus selalu kuat gak peduli kondisinya bagaimana. Astaga gini banget ya hidup.

***

Teruntuk tarisa :

Sabar bukan jalan keluar dari segala rasa sakit, gpp kamu nangis ,gpp kamu marah, gpp kamu ngamuk rasain semuanya, luapkan saja untuk kali ini. Kamu bukan pengecut kok, kamu bukan yg paling lemah.

Aku lebih tau bagaimana diri mu daripada orang lain, aku lebih tau kisah mu daripada orang lain, aku lebih tau perjuangan mu daripada org lain. Mereka hanya melihat secara visual tapi aku merasakan secara rasa, aku ikut hadir dalam mimpi mu , aku ikut hadir dalam setiap langkah dan nafas mu.

Jangan dipendam terlalu lama, rasa sakit harus di rasakan. Tak usah terlalu memakai topeng, lepaskan saja untuk beberapa saat biarkan wajah aslimu terpasang sebagaimana mestinya.

Teruntuk hari ini saja, biarlah rasa sakit itu terwujud dalam bentuk ekspresi yang seharusnya.


Minggu, 26 April 2020

Tempat yang Katanya Nyaman

Tersiksa, itu yang gue rasain sekarang. Gue berada di tempat yang gak pernah bikin gue nyaman, gue benci tempat ini dari dulu gue gak pernah mau tinggal di tempat ini, tempat yang penuh penyiksaan. Ya, memang enggak secara fisik namun, ngaruh ke mental gue. Apapun yang gue lakukan di tempat ini salah. Gue gak pernah paham gimana lagi gue harus beradaptasi di tempat yang katanya tempat penuh kedamaian dan keceriaan. Hah! Gue gak ceria sama sekali gue gak damai sama sekali, tiap hari batin gue tersiksa. Gue ngelakuin banyak observasi agar gue bisa nyaman di tempat baru gue kali ini, tapi nyatanya gue selalu gagal.
Gue mau pergi dari tempat ini, pergi jauh. Tapi, sayangnya ada seseorang yang harus gue pertahankan di tempat ini, gue gak tega ninggalin orang ini. Gue benci dengan pilihan hidup seperti ini. kalau gue pergi, akan terlalu banyak masalah yang akan datang namun, kalau gue gak pergi gue akan mati dengan segala ketersiksaan batin gue selama di sini. Harus bagaimana lagi gue bertahan di tempat ini? berapa lama gue akan terjebak disni? Gue capek, gue marah, gue gak punya arah lagi. Kesabaran dan keikhlasan rasanya udah habis, gue cuam bisa nangis tiap hari dan gue rasa cuma itu yang sanggup gue lakukan untuk melegakan hati gue.
Gue berharap semua ini cepat berlalu, gue berharap gue bisa menemukan titik nyaman ditempat ini, gue berharap dan selalu berharap gue bisa lepas dari tempat ini. Gue harus kuat, gimanapun keadaanya. Semoga gue gak mati sia-sia di dunia ini.

Sekian bacotan gak jelas gue hari ini.

Jumat, 18 Januari 2019

sunyi part 2

Gelap Raya di tengah Sunyi


Setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk sendiri. Gelap,sunyi tiada siapa yang akan menghantui Tersungkur dalam hamparan, terdiam dalam dekapan. Merenung, memikirkan apa yang sedang di alami. Diam dalam kesunyian. Menikam perasaan dengan tajamnya bisikan setan.

 Dahulu ku membenci situasi seperti ini. Aku tak suka sunyi, namun sungguh aku telah berburuk sangka atas situasi tersebut. Ini nikmat. Tiada siapa yang mengganggu derap hembusan nan pikiran ku. Tiada kata yang dapat menyakiti relung hati.

Dalam pagi, aku selalu berharap bertemu siang. Dalam siang aku menanti datangnya senja. Senja telah datang ,ku pandang dengan seksama sembari mencurahkan semua rasa di penghujung malam. Malam datang tempat dimana canduku bisa terealisasikan. Berada di suatu pojok sembari melakukan ritual kebahagiaan.

Tak menyaka jika diriku bisa tenggalam di dalamnya, memikirkan apa yang seharusnya dilakukan. Bahagia namun memberi kesan sayatan luka ditangan. Sisi gelap dalam hidupku menyatu padu seirama dengan rasa yang semakin menghantam gejolak amarah.

 Akal bertengkar dengan naluri, tapi “masa bodo” aku hanya ingin bahagia dalam sunyi,ini dikarenakan  semua orang tak pernah bisa mengerti, mereka seakan tahu perilah masa depan sehingga melontarkan kata hingga mebuat jiwa merasa mati. Kebahagiaan yang seharusnya aku dapatkan semua sirna akibat tikaman tak kasat mata.



-Keep smile ,smart and share the love to everyone –
 (tarisa)

Jumat, 28 Desember 2018

sunyi part 1


Sunyi.
Itu yang aku rasakan setiap waktu. Dimanapun rasa itu selalu mengikuti ku.
Apa salahku? Sunyi. Jangan kau ikuti aku terus menerus, aku ingin terlepas dari mu. Aku muak dengan mu tapi apalah daya, kau selalu hadir dalam setiap waktu. Bahkan,saat diriku berada dalam keramaian. Aku tahu kamu setia, karena kamu selalu hadir dalam acaraku baik itu dirumah,disekolah, kumpul bareng temen ,semuanya. Tidakkah kau bosan sunyi?

Jujur, saat ini aku ingin kamu melepaskan ku. Aku ingin bahagia tanpa merasa sunyi. Dalam hura-hura pesta aku ingin menikmatinya tanpa kau ganggu “sunyi”. Bisakah kau mengerti itu?

Coba kau bayangankan setiap kali kau merasa bahagia, tiba-tiba kau (sunyi) datang. Seketika semua rasa bahagia itu berubah. Aku benci itu. Aku ingin melawan tapi kekuatanmu lebih besar. Kau menarik semua pusat perhatianku. Apa kau cemburu? Aku hanya ingin bahagia tanpa diikuti “sunyi” si pecemburu.
Ku buat curahan hati ini teruntuk “sunyi”
Semoga kau mengerti.



                                                                                      Keep smile ,smart and share the love to everyone –
 (tarisa)

Terpesan

Hari ini berat banget    ya kawan. Apa yang di rencanakan semua gagal, udah berusaha untuk nggak berekspetasi tinggi tapi masih aja kec...